Pemkab Bogor Perkuat Pelestarian Musik Tradisi Lewat Festival Sangitaloka

waktu baca 3 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 12:49 42 POV Indonesia

POVIndonesia.com -Atas arahan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan, terus mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah melalui Seminar Sangitaloka Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Sabtu (3/10). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan apresiasi untuk memperkuat keberlanjutan musik tradisional, khususnya di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat.

Sementara itu, Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 hadir di Gelora Pakansari Kabupaten Bogor, melalui kegiatan bertajuk Sangitaloka dengan tema “Bambu dan Bunyi Ritus”. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi, kreasi, sekaligus upaya pelestarian musik tradisi, khususnya di wilayah Bogor dan Jawa Barat.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, mengatakan kegiatan Seminar Sangitaloka menjadi momentum untuk memperkaya pengetahuan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan musik tradisional khas Bogor.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti seminar dengan baik dan menyerap pengetahuan dari para narasumber yang memiliki pengalaman serta keilmuan di bidang musik tradisi. Seminar ini menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan mengenai musik dan kebudayaan tradisi. Pengetahuan yang diperoleh kemudian dapat dilihat dalam bentuk pertunjukan pada rangkaian pagelaran FMTI.

“Melalui kegiatan hari ini kita dapat bersama-sama menopang pariwisata budaya daerah, khususnya budaya di Kabupaten Bogor,” ujar Titi.

Titi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan para narasumber yang telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Festival Musik Tradisi Indonesia.

“Kolaborasi tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah sehingga tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus dirawat, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Titi juga mengajak seluruh peserta seminar untuk mengikuti rangkaian Festival Musik Tradisi Indonesia hingga pagelaran yang berlangsung pada malam hari.

“Pagi hari ini sekitar 400 orang mengikuti seminar. kami tunggu tetap kehadirannya nanti malam dalam rangkaian Festival Musik Tradisi Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Lapangan VIP Pakansari, Kabupaten Bogor. Malam justru adalah kegiatan pagelarannya,” ungkap Titi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Bogor kepada generasi berikutnya.

“Pagelaran FMTI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Titi berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dari para narasumber dapat menjadi bekal untuk memahami dan mengapresiasi musik tradisi sekaligus melihat bagaimana kebudayaan tersebut diwujudkan dalam pertunjukan.

Perwakilan Yayasan Halimun Salak Indonesia, Deden Fahmi Padilah, mengatakan FMTI mengusung tema besar “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara”. Festival tersebut mempertemukan ruang musik, pengetahuan, komunitas, generasi, sosial ekonomi, serta jejaring kebudayaan dalam satu proses yang saling terhubung.

“FMTI atau Festival Musik Tradisi Indonesia hadir di Bogor dengan nama Sangitaloka dan tema ‘Bambu dan Bunyi Ritus’. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi ruang apresiasi, kreasi, dan pelestarian musik tradisi, khususnya di Bogor dan Jawa Barat,” ujar Deden.

Ia menjelaskan, salah satu rangkaian kegiatan FMTI di Bogor adalah seminar bertema “Bambu, Ritus, dan Jejak Musik Tradisi di Bogor dan Tatar Sunda” yang menghadirkan ahli, peneliti, serta praktisi di bidang musik tradisi dan kebudayaan.

Deden menambahkan, FMTI 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan melalui kolaborasi berbagai pihak. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, narasumber, komunitas, undangan, dan pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Semoga FMTI di Kabupaten Bogor tidak berhenti sebagai agenda festival, tetapi dapat menjadi ruang berkelanjutan untuk memperkuat apresiasi generasi muda terhadap musik tradisi serta menjaga warisan budaya yang tumbuh di Bogor dan Jawa Barat,” pungkasnya.

LAINNYA