
POVINDONESIA.COM – PT ANTAM Tbk melalui Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Sistem Saran (SS) SUNDUNG UBPE Pongkor berhasil meraih predikat EXCELLENT dalam International Quality & Productivity Convention (IQPC) 2026 yang berlangsung pada 14–16 September 2026 di Bangkok, Thailand.
Tim SS SUNDUNG yang terdiri dari Misbakhul Munir, Yudianto, dan Nabila Dea Lukita mewakili ANTAM sekaligus Indonesia dalam ajang internasional tersebut dengan mengangkat inovasi sosial SUNDUNG Cisarua. Predikat EXCELLENT merupakan level penghargaan tertinggi dalam kategori Innovation Presentation Competition IQPC 2026.
Keberhasilan di Bangkok merupakan puncak dari perjalanan prestasi SS SUNDUNG secara berjenjang. Sebelum tampil di tingkat internasional, SS SUNDUNG berhasil meraih Juara 1 kategori Sistem Saran pada Konvensi Mutu ANTAM dan kemudian memperoleh Diamond Award pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) di Batam. Capaian tersebut mengantarkan SS SUNDUNG terpilih mewakili ANTAM pada IQPC 2026 di Bangkok, Thailand.
SUNDUNG Cisarua merupakan program inovasi sosial yang dikembangkan untuk menyediakan alternatif mata pencaharian bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada aktivitas pertambangan ilegal. Program ini mengintegrasikan pemberdayaan berbasis pertanian, peternakan, pemanfaatan limbah menjadi sumber daya produktif, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan CSR ANTAM UBPE Pongkor yang berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi. Program CSR dikembangkan dengan mengoptimalkan potensi lokal serta mendorong kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
SUNDUNG Cisarua telah mendorong 30 orang beralih dari aktivitas pertambangan ilegal ke sektor pertanian dan peternakan, meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar 53%, serta memanfaatkan 67,6 ton limbah peternakan per tahun menjadi input produktif. Program ini juga mencatat Social Return on Investment (SROI) sebesar 5,45.
Java Region CSR & ER Subdivision Head PT ANTAM Tbk, Agustinus Toko Susetio, S.P., M.M., menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi pengakuan atas proses transformasi yang dibangun bersama masyarakat.
“Bagi ANTAM, keberhasilan SUNDUNG Cisarua bukan hanya tentang penghargaan, tetapi bagaimana program CSR mampu mendorong transformasi masyarakat menuju penghidupan yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Perjalanan dari Konvensi Mutu ANTAM, TKMPN hingga IQPC juga menunjukkan bahwa inovasi sosial yang tumbuh dari Pongkor mampu memberikan dampak nyata dan mendapatkan pengakuan hingga tingkat internasional,” ujar Agustinus.
Model SUNDUNG Cisarua juga telah diadaptasi di beberapa desa lain di sekitar wilayah operasi ANTAM UBPE Pongkor, antara lain Kalongliud, Parakanmuncang, dan Pangkaljaya. Keberhasilan meraih predikat EXCELLENT di IQPC 2026 semakin memperkuat komitmen ANTAM untuk terus menghadirkan inovasi sosial yang memberikan dampak terukur, mendorong kemandirian masyarakat, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan.