Normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg Terus Dikebut, Warga Turut Dukung Kegiatan

waktu baca 2 menit
Selasa, 29 Sep 2026 20:51 12 POV Indonesia

POVindonesia.com – Atas arahan Bupati Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kecamatan Parung terus melakukan monitoring pekerjaan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di wilayah Desa Cogreg. Hingga Selasa (29/9), pekerjaan normalisasi sepanjang dua kilometer di wilayah Kecamatan Parung telah mencapai 1,72 kilometer.

 

Camat Parung, Adhi Nugraha mengatakan, normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg dilakukan untuk mengoptimalkan kembali fungsi saluran irigasi sekaligus mendukung kelancaran aliran air di wilayah tersebut.

 

“Pekerjaan normalisasi untuk wilayah Kecamatan Parung dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah sampai Masjid Al Barkah, samping pintu masuk KURI, dengan panjang kurang lebih dua kilometer,” ujar Adhi.

 

Ia menjelaskan, secara keseluruhan Saluran Sasak Sekunder Cogreg memiliki panjang empat kilometer, yang melintasi wilayah irigasi Desa Cogreg sepanjang dua kilometer dan wilayah irigasi Ciseeng sepanjang dua kilometer.

 

Menurutnya, pekerjaan normalisasi di wilayah Kecamatan Parung telah berlangsung selama 19 hari dengan menggunakan dua unit alat berat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 1,72 kilometer dari target dua kilometer.

 

“Alhamdulillah, sampai hari ini pekerjaan sudah mencapai 1,72 kilometer dan terus kita monitor agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

 

Adhi menambahkan, proses normalisasi juga mendapat dukungan dari masyarakat, khususnya para pemilik bangunan atau jembatan yang berada di atas saluran irigasi. Sebanyak 16 titik jembatan telah dibongkar secara mandiri untuk mendukung kelancaran pekerjaan.

 

“Warga atau pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas irigasi turut mendukung dengan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini sangat membantu agar proses normalisasi dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

 

Selain pembongkaran jembatan, warga juga melakukan pembersihan lumpur dan sampah secara manual pada titik-titik yang terdapat bangunan jembatan.

 

Adhi menjelaskan, apabila pemilik jembatan tidak melakukan pembongkaran secara mandiri, maka pembongkaran akan dilakukan menggunakan alat berat agar pekerjaan normalisasi tidak terhambat.

 

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang masih memiliki jembatan di atas saluran irigasi untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. Jika dilakukan secara mandiri, tentu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat,” tandasnya.

 

Ia berharap dukungan masyarakat terus terjaga hingga seluruh proses normalisasi selesai, sehingga fungsi Saluran Sasak Sekunder Cogreg dapat kembali optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Parung.

LAINNYA