Penataan Lahan Bomang Libatkan Berbagai Dinas, Setiap Area Disiapkan Sesuai Fungsi

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 16:53 12 POV Indonesia

Bogor, Povindonesia.com – Atas arahan Bupati Bogor, penataan kawasan lahan di jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) Kabupaten Bogor terus berjalan dengan melibatkan berbagai perangkat daerah. Setiap area disiapkan dan dimanfaatkan sesuai fungsi serta kebutuhan masing-masing perangkat daerah dalam mendukung pengembangan kawasan secara terpadu.

Koordinator Ketahanan Pangan Bomang Kapten Inf. Wawan mengatakan, kawasan Bomang terbagi menjadi sekitar 20 area yang masing-masing memiliki peruntukan berbeda. Pembagian tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas perangkat daerah yang terlibat.

“Jadi semuanya ada 20 area. Area 1 dimulai dari lampu merah Jampang dan berakhir di Area 20 setelah rel. Namun, Area 20 tidak memungkinkan untuk pertanian karena terlalu dekat dengan hutan kota. Jadi, area tersebut akan menjadi bagian dari hutan kota,” ujar Kapten Inf. Wawan, Senin (29/9).

Ia menjelaskan, salah satu perangkat daerah yang mendapat porsi cukup besar adalah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), khususnya untuk pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.

“Untuk dinas-dinas lain, mereka menempati porsi lahan masing-masing, sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan lahan masing-masing. Untuk pertanian memang fokusnya Distanhorbun,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah perangkat daerah lainnya juga telah mulai menjalankan fungsi masing-masing. Dinas Perikanan, misalnya, telah menyiapkan fasilitas bioflok yang berada di salah satu area kawasan Bomang.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat alokasi area yang telah diratakan untuk kemudian disiapkan sesuai kebutuhan. Dinas Perhubungan juga telah melakukan penataan awal melalui pemasangan rambu-rambu di sejumlah perempatan.

Selain itu, area untuk pengembangan ekowisata juga telah dibuka. Menurut Kapten Wawan, kawasan tersebut tinggal memasuki tahap penataan lebih lanjut sesuai dengan konsep yang telah disiapkan.

Untuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), penataan dilakukan di Area 5 dan Area 6. Area 5 telah diratakan dan dikupas menggunakan alat berat, sedangkan Area 6 masih terdapat lahan CSR yang digunakan sebagai tempat karantina tanaman yang direlokasi.

“Untuk dinas-dinas yang lain, sesuai dengan fungsi masing-masing. Jadi, masing-masing menempati porsi sesuai kapasitas dan kebutuhan lahan yang diperlukan,” katanya.

Dalam proses penataan kawasan, dukungan alat berat juga diberikan untuk mempercepat pengerjaan sejumlah area. Kapten Wawan menyebutkan, saat kunjungan Bupati Bogor, terdapat dukungan tiga unit alat berat berupa ekskavator dan kemudian mendapat tambahan satu unit traktor.

“Sekarang ada tambahan lagi traktor. Mereka sudah mengerjakan di area sana. Area yang paling berat dan belum tuntas adalah Area 3 karena panjangnya sekitar 1,3 kilometer,” ungkapnya.

Kapten Wawan menambahkan, penataan kawasan tetap memperhatikan kondisi kontur tanah. Tidak seluruh lahan diratakan karena sebagian area berfungsi sebagai penahan untuk menjaga kestabilan jalan dan mencegah potensi longsor.

“Kalau seluruhnya diratakan, otomatis akan berpengaruh terhadap kontur jalan. Maka dibiarkan mengikuti posisi tanah sebagai penahan jalan dan tebing,” jelasnya.

Menurutnya, pembagian fungsi kawasan tersebut menjadi bagian dari penataan Bomang secara bertahap, sehingga setiap perangkat daerah dapat menjalankan perannya masing-masing sesuai kebutuhan dan karakteristik lahan.

Dengan pembagian tersebut, penataan kawasan Bomang tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi mencakup berbagai fungsi yang dikerjakan secara bertahap oleh perangkat daerah terkait.

LAINNYA