
Bogor, POVIndonesia.com – Anggota DPR RI Komisi VI, Asep Wahyuwijaya kembali menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan inklusi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM bekerja sama dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kegiatan ini menjadi rangkaian ketiga dari program pemberdayaan ekonomi yang menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kegiatan berlangsung di Aula Kampung Febri, Kec. Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Minggu (22/2/2026).
Dalam pemaparannya, anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) tersebut menyampaikan, bahwa UMKM tidak akan berkembang secara optimal tanpa kemudahan akses pembiayaan serta literasi keuangan yang memadai.
“Inklusi keuangan bukan hanya soal membuka rekening, tetapi memastikan pelaku usaha mampu mengelola keuangan secara sehat dan produktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai mitra Komisi VI yang membidangi BUMN, sektor perbankan syariah memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan yang adil dan berbasis prinsip kehati-hatian.
“Kita ingin UMKM tidak terjerat pinjaman informal berbunga tinggi. Perbankan, termasuk BSI, harus hadir memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau dan sesuai kebutuhan usaha,” tegasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan kolaborasi antara legislatif dan BUMN perbankan seperti BSI dapat terus diperkuat guna mendorong UMKM semakin inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
“Jika UMKM kuat, ekonomi daerah akan bergerak, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” ucapnya.
Sementara itu, Fitri, narasumber dari kalangan praktisi pemberdayaan UMKM, memaparkan pentingnya pencatatan keuangan yang tertib dan terstruktur.
Ia juga memberikan contoh praktis secara langsung kepada peserta dengan menghitung HPP (Harga Pokok Produksi) suatu produk, sehingga peserta dapat memahami cara menentukan harga jual yang tepat dan mengukur keuntungan secara lebih.
Sementara itu, perwakilan dari BSI, Suhendar, menjelaskan berbagai produk dan layanan pembiayaan syariah yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM.
“Program itu mulai dari pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, hingga program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dengan skema yang ringan dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro dan kecil,” bebernya.
Selain itu, lanjutnya, BSI juga menyediakan layanan digital banking untuk mempermudah transaksi dan pengelolaan keuangan usaha.
Kegiatan sosialisasi diikuti puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor, seperti kuliner, fesyen, kerajinan, dan perdagangan.
Salah satu peserta mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena mendapatkan pemahaman lebih jelas mengenai skema pembiayaan syariah dan pentingnya pencatatan keuangan usaha.***