Tangkapan Layar yang diperoleh Media ini, atas Kejadian meninggalnya anggota KPPS Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, tersebut.

Bogor, PovIndonesia.com – Ironis, meninggal dunianya anggota KPPS Pemilu 2024 yang terjadi di wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor itu, ternyata hal serupa juga terjadi di wilayah PPS Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng.

Tragisnya, anggota KPPS Desa Sibanteng ini, dialami oleh wanita muda yang masih berumur 19 tahun beratasnamakan Shinta Maharani.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, jika Shinta Maharani (19) tersebut, meninggal dunia akibat diduga kelelahan usai melaksanakan tugasnya sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di tempat tinggalnya itu.

Adapun indikasi meregang nyawa anggota KPPS Desa Sibanteng itu, disebabkan karena lambung dan muntah darah (Muntaber), hingga meregang nyawa pada pukul 03.00 WIB, Kamis (16/02) dini hari kemarin.

Parahnya lagi, informasi yang baru diterima media ini juga, meninggalnya kedua anggota KPPS itu, disinyalir anggaran bidan yang siap berjaga pun disebut-sebut tidak cair.

“Anggaran bidan yan pada jaga juga gak cair, info Dinkes nya masalah ada di Pemda, tapi Kabupaten/Kota lain cair,” singkat sumber yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan media ini, Jum’at (16/02/24).

Sementara, wartawan media ini masih terus berupaya untuk mengkonfirmasi kepada Dinkes Kabupaten Bogor, terkait adanya informasi bahwa honor bagi para bidan yang berjaga di tiap-tiap desa belum dicairkan.

Sebelumnya, Tempat Pemungutan Suara (TPS) Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, berduka. Pasalnya, salah seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk TPS 023 bernama Abdurrahman dikabarkan meninggal dunia.

Dimana, Abdurrahman yang berumur 52 tahun itu, menutup usianya disebabkan karena kelelahan usai menjadi anggota KPPS Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor.