Dianggap Mengancam Jiwa, Warga Masyarakat Desa Cilember Cisarua Desak Bupati Bogor Realisasi Pembangunan TPT Diwilayahnya

waktu baca 2 menit
Selasa, 17 Jun 2025 18:44 122 POV Indonesia

POVINDONESIA.COM – Lapor bapak Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Masyarakat kampung Anyar RT 03 RW 04 Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mendambakan adanya pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT Sungai) di wilayahnya sejak tiga (3) tahun silam, lantaran hal itu merupakan kebutuhan mendesak karena dianggap mengancam jiwa bagi penghuni di tiga rumah yang berada di bantaran aliran sungai Ciesek.

Bagaimana tidak, masyarakat yang kondisi rumahnya berada persis di bibir sungai tersebut terdapat tiga Kartu Keluarga (KK) yang selama tiga tahun kebelakangan selalu waspada akibat kondisi longsor atau tanah yang terus terkikis oleh aliran sungai Ciesek ini.

“Lapor pak Bupati Bogor, kami warga kampung Anyar RW 04 Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, sangat berharap adanya realisasi pembangunan turap atau TPT secepat mungkin di wilayah kami yang sifatnya sangat mendesak,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Selasa (17/06/2026).

Menurutnya, pengajuan TPT atau turap yang didambakan dirinya beserta keluarga dan kedua KK lainnya ini, sudah diajukan sejak tiga (3) tahun silam bahkan sudah adanya pembahasan saat rapat melalui Musyawarah Rencana Pembangunan tingkat desa maupun tingkat Kecamatan Cisarua, tapi hingga kini tak kunjung adanya aksi nyata dari instansi terkait.

“Pengajuan Turap sudah kita sampaikan sejak tiga tahun silam, dan kini kondisi bibir sungai Ciesek terlihat, yang kami situasinya sudah sangat mengancam keselamatan bahkan jiwa saya dan keluarga maupun kedua KK lainnya disini,” ungkapnya.

Dia juga mengaku sangat menyesalkan akibat tidak adanya respone dari instansi terkait. Pasalnya, ia beberapa waktu lalu melalui upaya nya ini sempat melaporkan hal tersebut langsung kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor yang kala itu dijabat oleh Iwan Irawan selaku kepala dinas (Kadis) namun tidak ada respone sampai detik ini.

“Kita sudah sangat berupaya agar pembangunan TPT atau Tembok Tebing ini bisa segera terlaksana, jangan sampai memakan korban jiwa dan viral di media sosial baru ada aksi,” tegasnya.

“Bagi para pejabat yang duduk di Pemkab Bogor sana jangan hanya kebanyakan pencitraan semata, sementara disatu sisi kami yang sangat membutuhkan bantuan berupa pembangunan TPT sudah tiga tahun tiga ada realisasi juga. Apalagi kita memohon ini untuk kepentingan bersama bukan golongan, dan dana yang digunakannya pun bersumber dari pajak kami. Apa perlu diviralkan kalau pejabat teras di Pemkab Bogor yang duduk enak disana tidak pernah mendengar suara dari warga yang notabane tinggal dipelosok-pelosok seperti kami ini,” tambahnya sembari mengakhiri.

LAINNYA