Bumi Tegar Beriman Darurat Tindakan Kriminalitas, BEM UMBARA Mengecam Kinerja Polres Bogor

waktu baca 2 menit
Selasa, 24 Jun 2025 13:05 90 POV Indonesia

BOGOR, POVINDONESIA.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMBARA menyoroti tingkat kriminalitas yang semakin hari semakin melonjak, khususnya di daerah Bogor Barat, Kabupaten Bogor.

Tercatat, pada Minggu 22 Juni 2025 lalu, sekitar pukul 21:00 WIB, di lingkar Jalan Leuwiliang telah terjadi pembegalan yang membuat korban luka-luka dan harus kehilangan sepeda motornya.

Adapun, selama tahun 2024 terdapat 1.717 tindak kriminalitas di Kabupaten Bogor, dengan tingkat penyelesaian kasus hanya 60%.

Kenaikan tindak kriminalitas dipastikan meningkatkan pada triwulan I tahun 2025 (Data: Polres Bogor, April 2025).

BEM UMBARA memandang kejadian ini bukan hanya sebatas tindakan kriminal semata, tetapi sebagai cerminan dari lemahnya perlindungan terhadap masyarakat sipil, khususnya bagi mereka yang setiap hari beraktivitas hingga larut malam tanpa ada jaminan keamanan yang memadai.

Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah tanggung jawab dari pihak kepolisian.

Hal tersebut dipertegaskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 yang menjelaskan tentang tugas kepolisian adalah “Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat”.

Namun hingga hari ini, pihaknya mendapati bahwa kurangnya patroli rutin yang dilakukan oleh pihak kepolisian Kabupaten Bogor, terutama di wilayah rawan kejahatan, sepi dan terpencil, sehingga kejahatan sering sekali terjadi pada setiap bulannya.

Menyikapi hal tersebut, BEM UMBARA menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mendesak Polres Bogor untuk meningkatkan pengawasan dan patroli rutin di wilayah rawan kejahatan, terutama di jalur-jalur sepi dan terpencil.

2. Mendesak Polres Bogor untuk cepat tanggap dalam menangani kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah Bogor Barat.

3. Menuntut penegakan hukum yang tegas, serta memastikan bahwa pelaku dijatuhi hukuman maksimal sesuai dengan pasal yang berlaku demi memberikan efek jera dan memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat.

Harus berapa korban lagi untuk menyadarkan kalian?

Perlawanan ini bukan amarah buta, tetapi ketakutan nurani yang lelah dipendam. Hari ini kami melawan lewat kata, besok kami melawan dengan barisan massa!.

Ditulis oleh Presiden Mahasiswa BEM UMBARA, Andika Indra Prayitno.

LAINNYA