POVINDONESIA.COM – Penjabat (Pj) Bupati Bogor, Asmawa Tosepu mengaku, berdasarkan hasil Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), bahwa terdapat  ratusan temuan yang didominasi Pungutan Liar (Pungli).

Hal itu dia sampaikan saat memberi sambutan di pelantikan pejabat eselon III dan IV dilingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, bertempat diruang Serbaguna 1, Sekretariat Daerah (Setda), Cibinong, pada Jum’at (31/5/2024).

“Dalam kurun waktu seminggu kedepan, saya akan panggil orang-orang itu. Memalukan, dan kepada 67 pejabat yang saat ini telah dilantik, jangan sampai saya mendengar hal seperti itu. Saya minta itu diperhatikan karena kita bekerja dibayar oleh negara dan masyarakat,” tegas Asmawa, didepan puluhan pejabat Pemkab Bogor.

Ia mengaku heran, kepada setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) jika melakukan perbuatan tak terpuji itu tidak merasa malu, apalagi membiayai keluarganya dengan uang hal dari perbuatan tersebut.

“Apakah kita tidak merasa berdosa, makanya tolong dimanfaatkan dengan baik dan benar jabatan yang saudara-saudara emban ini,” jelasnya.

“Berikan pelayanan kepada masyarakat yang baik, bekerja dengan sungguh-sungguh. Integritas itu menjadi penting dan perlu saya ingatkan kembali karena integritas itu merupakan faktor kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih efektif dan efisien serta bekerja lah dengan prima,” tambahnya menegaskan.

Asmawa mengajak, dengan pernyataan fakta integritas ini bisa dijadikan sebagai momentum memupuk diri sendiri bagi ASN-ASN dalam menjalankan tugasnya dengan baik tanpa adanya tindakan tak terpuji.

“Karena integritas sendiri dilandasi dengan kejujuran dari diri masing-masing pihak, tanggungjawab, disiplin serta norma dan etika sebagai aparat pemerintah. Hal-hal begini yang perlu kita benahi sebenarnya, kita harus bisa membenahi tata kelola pemerintahan yang baik,” paparnya.

Dia juga meminta, kepada para ke 67 Pejabat eselon III dan IV yang baru dilantik tersebut, seluruhnya untuk senantiasa menjaga marwah pemerintahan Kabupaten Bogor. Adapun, masih kata Asmawa, marwah masyarakat Kabupaten Bogor karena para ASN tersebutlah yang merupakan pemimpin dimasing-masing wilayah tempatnya bertugas.

“Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kita ini juga akan semakin meningkat. Terkait hal ini maka saya kembali mengulangi, sesuai dengan LHP dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tahun 2023 yang temuannya sangat signifikan dan itu ada karena perilaku kita sendiri bukan karena orang lain, maka saya minta kepada semua pejabat di Kabupaten Bogor agar temuan BPK ini segera dicari dan harus segera ditindaklanjuti termasuk camat-camat yang mempunyai fungsi pembinaan di wilayahnya masing-masing,” tegas Asmawa.

Dia juga menjelaskan, bahwa temuan yang disebutnya didominasi oleh aksi pungli yang umumnya terjadi di lingkungan sekolah-sekolah, dan ada sebanyak 129 temuan.

“Sekolah-sekolah yang hari ini banyak temuan, ada 129 temuan inspektorat. Jadi tolong segera ditindaklanjuti dengan waktu paling lama 60 hari kedepan, termasuk bapak ibu yang berada di OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dan inspektorat segera bentuk tim untuk kita bedah. Serta untuk ketiga kalinya Kabupaten Bogor meraih predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP), apa kita tidak punya keinginan untuk dapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” tutupnya.