Usai Adanya Keributan, Kantor UKPBJ Kabupaten Bogor Kembali Disorot Terkait Dugaan Mengatur Pemenang Tiga Proyek Kontruksi Kantor Kelurahan di Kecamatan Cibinong

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Agu 2025 16:25 248 POV Indonesia

BOGOR, POVINDONESIA.COM – Kantor Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Bogor, patut dicurigai lantaran diduga mengatur pemenang lelang atau tender kepada  salah seorang pihak pengusaha  berbentuk perusahaan Commanditaire Vennootschap (CV) di pengerjaan kontruksi tiga kantor kantor kelurahan diwilayah Kecamatan Cibinong tahun anggaran (TA) 2025 oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bagaimana tidak, dalam tender atau lelang proyek tiga rehab kantor kelurahan ini terindikasi dimiliki oleh orang yang sama dikarenakan dari tampilan laman website yang sangat sama persis dari ketiga perusahaan yang bernama CV. Ella Mulya beralamat di Muara Beres, Kelurahan Sukahati, kecamatan Cibinong pemenang tender kontruksi kantor kelurahan Tengah dengan nilai kontrak kerja sama senilai hampir Rp 6 miliar yang sekaligus perusahaan yang mengerjakan pembangunan gedung kantor Kecamatan Ciampea senilai Rp 13,6 miliar.

Adapun, CV. Intan Citra Mandiri berdomisili di Kp. Cipayung Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong sebagai perusahaan pemenang proyek pembangunan kontruksi kantor Kelurahan Ciriung senilai Rp 6,2 miliar, dan CV. Rizky Alief Putra berdomisili di Kp. Cibadak Karang Mas Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, selaku perusahaan pemenang tender proyek kontruksi kantor Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 6,2 miliar.

Atas dasar temuan ini, kepada aparat penegak hukum (APH) terkait mulai dari Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia diharapkan dapat memanggil pejabat ULP Kabupaten Bogor yang berwenang sekaligus pihak yang bertanggung jawab dalam kegiatan lelang di wilayah Bumi Tegar Beriman.

Tak hanya itu, indikasi ini juga diperkuat dengan adanya video viral keributan yang terjadi kantor ULP Kabupaten Bogor dengan segelintir pengusaha yang disulut dengan adanya dugaan permainan lelang oleh segelintir oknum pejabat dalam tender pengerjaan lanjutan proyek Bojonggede-Kemang atau Bomang pada Selasa 08 Agustus 2025 lalu.

Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada para pengusaha pemilik ketiga CV dilaman website belum dapat dimintai tanggapannya maupun pihak Kepala Kantor UKPBJ Kabupaten Bogor, hingga berita ini diturunkan. Namun, awak media ini akan terus mencoba mengkonfirmasi atau memintai tanggapannya terkait perihal ini.

LAINNYA