
BOGOR, POVINDONESIA.COM – Wakil Ketua DPRD atau anggota legislatif (Aleg) Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin bakal meninjau langsung SDN Tegal Benteng, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, pada Jum’at (05/09/25) yang alami kerusakan parah.
Junaidi Samsudin mengaku, sangat prihatin terkait masih adanya Sekolah Dasar yang notabane milik Pemerintah Daerah (Pemda) ternyata hal itu terdapat di Kabupaten Bogor khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II.
“Dengan adanya pemberitaan perihal SDN ini di media sosial maupun media massa, jujur saya sangat miris,” ujar pria yang akrap disapa Junsam, kepada wartawan, Kamis (04/09) malam.
Ia berjanji, dirinya akan melakukan kunjungan secara langsung ke lokasi guna memastikan kebenaran tempat keberadaan SDN Tegal Benteng Cariu, benar-benar masuk di wilayah Kabupaten Bogor.
“Sangat disayangkan lah, apalagi kita juga kan sudah beberapa kali melaksanakan reses di sana (Kecamatan Cariu, red) tapi tidak ada kabar atau aspirasi yang disampaikan ke kami,” jelasnya.
“Dan tujuan saya meninjau langsung ke lokasi pada Jum’at pagi ini, untuk memastikan juga. Benar gak itu SDN ada di Kabupaten Bogor, dan hasilnya saya akan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan pertama,” tambah Junsam.
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengklaim, bila kebenaran informasi di medsos benar adanya, tentu seluruh unsur dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat, dinas pendidikan dan pihaknya semua dianggap salah.
“Pokoknya kalau seperti ini semua pihak salah, termasuk saya mungkin. Termasuk saya, RT RW, Kepala Desa, pak Camat yang ada diwilayah situ nggak respons, enggak peka terhadap permasalahan yang ada dilingkungan,” tutup Junsam.
Sekadar diketahui sebelumnya, dilansir dari laman Media Sosial (Medsos) Lapor Pak Bupati (Bogor), memperlihatkan kondisi SDN Tegal Benteng, Desa Babakan Raden, Kecamatan Cariu, yang sangat memprihatinkan lantaran ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) tak layak dan disebut-sebut membuat ketidaknyamanan para siswa saat pelaksanaan KBM berlangsung sehari-harinya.
Terlihat, dalam video tersebut yang menyebutkan bahwa SDN Tegal Benteng, dimana sekolah plat merah yang memiliki tujuh (7) Ruang Kelas Belajar (RKB) dengan kondisi lantai tanpa keramik akibat kerusakan parah hingga berpasir atau berdebu.
Bahkan, ketujuh RKB yang ada disinyalir bagian atap tanpa adanya plafon seperti sekolah negeri pada umumnya.