Foto: Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Abdul Somad

Cibinong, Povindonesia.com – Direksi Tirta Kahuripan gelar rapat koordinasi divisi operasional dalam rangka antisipasi pelayanan air bersih menjelang bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah.

Perubahan pola pemakaian air pada saat jam puncak dan strategi untuk menjaga pasokan air bersih hingga antisipasi gangguan pengaliran turut dibahas dalam rapat tersebut.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad menjelaskan, selama Ramadhan terjadi perubahan pola jam puncak pemakaian air yang bergeser pada saat sahur dan buka puasa hingga tarawih.

“Perubahan jam puncak pemakaian air pelanggan yang biasanya pada pagi hari dari pukul 04.00 – pukul 08.00 berubah menjadi pukul 02.00 – pukul 07.00. Dan pada sore hari yang semula pukul 17.00 – pukul 20.00 berubah menjadi pukul 15.00 – pukul 20.00. Untuk mengantisipasi hal tersebut petugas instalasi dan distribusi telah mengatur dan lebih siaga menjaga pasokan air di jam puncak tersebut” ujar Somad kepada wartawan, Selasa (21 Maret 2023).

Untuk srategi dan antisipasi, lanjutnya, apabila ada gangguan mulai dari Instalasi Pengolahan Air hingga kebocoran pipa air bersih untuk pelanggan.

‘’Untuk mengantisipasi gangguan di instalasi baik karena faktor alam seperti banjir dan penurunan debit sungai ataupun faktor non alam seperti cemaran limbah dan kerusakan pompa air, sebagai langkah antisipasi adalah memaksimalkan daya tampung bak penyimpanan air (reservoir) agar pengaliran air bersih tetap terjaga hingga keadaan normal kembali,” ujarnya.

“Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan telah membentuk Tim Reaksi Cepat yang siaga 24 jam apabila terjadi gangguan yang didukung 11 unit armada tangki air berkapasitas 4000 liter diseluruh wilayah Kabupaten Bogor,” pungkasnya. (Iksan)