
Foto: Kalapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Wahyu Indarto (kemeja cream) saat panen sayuran hidroponik. (Dok: Ist).
Bogor, POVIndonesia.com – Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) di bidang Ketahanan Pangan.
Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur sukses panen sayuran hidroponik berupa bayam merah dan pakcoy segar di Area Hidroponik Blok C, Jumat (31 Oktober 2021).
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Wahyu Indarto didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), para pejabat struktural, dan staf Giatja
Kalapas menekankan, bahwa pemanfaatan teknologi hidroponik ini merupakan solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan di dalam Lapas sekaligus memberikan pembinaan kemandirian yang aplikatif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Panen ini bukan sekadar hasil tani, melainkan bukti nyata dari program pembinaan yang produktif. Kami mengoptimalkan setiap jengkal lahan untuk menghasilkan bahan pangan segar dan higienis, yang secara langsung mendukung ketersediaan nutrisi WBP,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, sayuran hidroponik yang dipanen hari ini dikenal memiliki kualitas tinggi karena dibudidayakan tanpa tanah dan dikontrol ketat melalui larutan nutrisi.
Hasil panen bayam merah dan pakcoy ini, lanjutnya, rencananya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum Lapas, memastikan asupan nutrisi yang sehat bagi WBP.
“Kegiatan panen ini menegaskan peran Seksi Kegiatan Kerja Lapas Gunung Sindur dalam menjalankan fungsi pembinaan, mengubah area terbatas menjadi sumber pangan berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemasyarakatan untuk mewujudkan Lapas yang semakin produktif,” pungkasnya.***