Kekisruhan Antara Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor dengan Oknum Ngaku Petugas Penjaga Parkiran Stadion Pakansari, Daulat Harahap Sampaikan Kronologisnya Begini

waktu baca 4 menit
Selasa, 12 Agu 2025 20:45 133 POV Indonesia

BOGOR, POVINDONESIA.COM – Ketua Majelis Pengurus Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Bogor, Daulat Harahap meluruskan terkait kekisruhan yang terjadi di halaman parkir Stadion Pakansari Cibinong, yang terjadi pada 09 Agustus 2025 lalu.

Daulat mengatakan, jika polemik yang terjadi diakhir pekan antara dirinya dengan oknum wartawati sekaligus mengaku-ngaku sebagai karyawan dari perusahaan pengelola parkiran Stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor itu, bermulai dari dirinya yang tengah mengendarai kendaraan roda empat menuju areal utama Stadion Pakansari, secara tiba-tiba dikejar hingga diketuk-ketuk kaca mobil bagian kanan mobil pribadinya tersebut.

“Kronologis awal mula sebenarnya, saat saya masuk ke area Stadion Pakansari, posisinya cuaca di lokasi sedang hujan deras yang disertai angin kencang dengan santai dengan melewati pos penjagaan parkir yang diketahui besama ada dilokasi,” ujar Daulat Harahap kepada wartawan, Selasa (12/08/25).

Ia melanjutkan, saat dia melintas tiba-tiba ada salah sosok perempuan mengejar kendaraannya hingga mengetuk-ngetuk kaca mobil pribadinya itu, akhirnya dirinya membuka pintu sedikit kendaraan lantaran situasi saat itu tengah hujan lebat.

Saat itu, ia menanyakan kepada apa perempuan yang diketahui berinsial EL yang telah mengetok-ngetok kendaraannya tersebut, dan ternyata menagih biaya parkir senilai Rp 10 ribu.

“Parkir Rp 10 ribu dia bilang, dan saya jawab apakah ada karcisnya secara resmi sesuai regulasi yang ada,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut Daulat, atas permintaannya yang tidak diberikan berupa karcis resmi dalam pungutan biaya parkir masuk stadion Pakansari, namun seperti tidak memiliki karcis yang diminta dan terkesan pungutan liar.

“Karena saya ditagih biaya parkir, tentu saya tanya tiketnya mana sampai 2 kali tapi dia (EL, red) ini tidak menjawab jadi saya fikir pungutan itu saya klaim liar atau pungli,” jelas Daulat.

“Setelah itu juga, saya buka kaca mobil dengan menanyakan maksudnya gimana si Bu. Terus perempuan EL ini malah bilang, sama saya juga dari PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia, red) saya pers, ngomong begitu kan ibu EL itu. Akhirnya karena omongan itu saya terpancing lantas saya langsung keluar mobil dan reflek ketok-ketok pos yang terbuat dari seng itu,” tambah Daulat.

Menurutnya, seingat pihaknya bila beberapa bulan terakhir tidak adanya pungutan parkir jika memasuki area stadion Pakansari tersebut. Baginya, apabila memang adanya pungutan parkir bagi masyarakat yang hendak memasuki ke areal stadion kebanggaan warga Bumi Tegar Beriman ini, semestinya ada karcis resmi yang diberikan oleh pengelola kepada masyarakat yang datang.

“Tapi ini kan tidak ada (Karcis, red), berarti parkiran saat konser band saat itu oleh EL ini diduga merupakan pungutan liar atau ilegal dong,” tegas dia.

Lebih lanjut ia memaparkan, karena dirinya merasa mengenal dari Perusahaan pengelola parkir Stadion Pakansari Cibinong yakni PT. Baraya Hiraya, lantas dia berinisiatif kembali untuk menanyakan kepada petinggi perseroan terbatas pengelola parkiran secara langsung melalui komunikasi via handphone apakah perempuan berinisial EL itu benar merupakan karyawannya.

“Ternyata perempuan ini EL ini bukan karyawan dari PT. Baraya Hiraya itu, berarti EL ini oknum dong karena ngaku-ngaku dari Baraya Hiraya dan juga telah melakukan pungli kepada ratusan bahkan ribuan kendaraan saat itu. Sementara juga, saya tanya langsung sama pemilik perusahaan itu tidak tercatat sebagai karyawannya yang menjaga parkir,” papar Daulat.

Lanjut pria berdarah Sumatera ini menegaskan, kepada oknum wanita EL atas kekisruhan yang terjadi, hingga dirinya diberitakan di beberapa platform media massa, baginya itu sudah termasuk pencemaran nama baiknya maupun organisasi yang ia naungi sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor periode 2023-2027.

“Atas kericuhan hingga adanya pemberitaan di beberapa media massa karena persoalan pada akhir pekan lalu itu, saya menunggu inisiatif baik dari saudari EL selama 2×24 jam dengan meminta maaf secara lisan maupun tertulis kepada diri saya dan MPC PP Kabupaten Bogor. Jika tidak ada itikad baik, maka saya melalui kuasa hukum akan mensomasi hingga melaporkan soal pemberitaan yang diduga telah mencemarkan nama baik saya maupun organisasi ke Dewan PERS di Kebon Sirih, Jakarta Pusat,” tutup Daulat Harahap.

Sekadar untuk diketahui, Kericuhan terjadi di area parkir Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Sabtu (9/8/2025) siang.

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bogor, Daulat, diduga bersikap arogan terhadap petugas parkir hingga mendorong pos parkir.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB di pintu selatan stadion. Saat itu, EL, petugas parkir sekaligus kerabat pemilik PT Baraya, sedang berjaga di tengah hujan deras. EL menghentikan sebuah mobil Toyota Fortuner hitam yang dikemudikan Daulat untuk memberikan karcis parkir.

Menurut EL, Daulat langsung mempertanyakan siapa yang menyuruh memungut parkir. EL menjawab bahwa itu merupakan aturan dari PT Baraya. Namun, Daulat lantas menyebut namanya dengan lantang dan meminta EL memanggil “Bos” yang ia maksud sebagai Bu Lela.

Tak berhenti di situ, Daulat disebut keluar dari mobil, berteriak, lalu mendorong pos parkir hingga nyaris roboh. Aksi itu membuat para juru parkir yang tengah berteduh kaget dan ketakutan.

“Dia minta saya langsung telepon bos, sambil dorong-dorong pos parkiran,” ujar EL kepada wartawan.

LAINNYA