Gelar Demonstrasi di Depan Patung Kuda, Hilmi Anwar: Ada Lima Tuntutan yang Kita Sampaikan 

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Feb 2025 10:38 231 POV Indonesia

Foto: Hilmi Anwar, mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Ist).

Jakarta, POVIndonesia.com – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia turun ke jalan untuk menggelar aksi bertajuk Indonesia Gelap di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Demonstrasi ini bertujuan untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai kurang berpihak pada masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan pendidikan.

Hilmi Anwar, mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, turut berpartisipasi dalam aksi ini dan menyuarakan lima tuntutan utama kepada pemerintah.

“Kami hadir di sini bukan untuk kepentingan individu, melainkan untuk menyampaikan kegelisahan rakyat. Kebijakan yang diterapkan semakin menyulitkan masyarakat. Kami mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret!” ujar Hilmi dengan suara lantang di hadapan para demonstran.

Dalam aksi ini, mahasiswa mengajukan lima tuntutan utama:

1. Menuntut pemerintah untuk mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait efisiensi anggaran, karena berpotensi menghambat pendanaan bagi sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

2. Melakukan evaluasi komprehensif terhadap program Makan Gizi Gratis (MBG) yang dinilai belum berjalan secara efektif dan transparan.

3. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memberikan izin kepada perguruan tinggi untuk mengelola tambang, guna menjaga independensi akademik dan menghindari komersialisasi dunia pendidikan.

4. Mendesak pemerintah agar mempercepat pencairan tunjangan dosen serta tenaga pendidik tanpa kendala birokrasi yang berlarut-larut.

5. Meminta pemerintah agar lebih konsisten dalam merumuskan kebijakan agar tidak merugikan masyarakat akibat perubahan regulasi yang tidak menentu.

Dari pantauan awak media terlihat, para demonstran membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Selain itu, demontran juga menggelar mimbar bebas untuk menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka. Sebagai bentuk protes keras, beberapa peserta aksi bahkan membakar ban sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi negara saat ini.

Demonstrasi ini berlangsung hingga sore hari dan berjalan dengan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian.

Mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga pemerintah memberikan respons yang serius terhadap tuntutan mereka.***

LAINNYA