
BOGOR, POVINDONESIA.COM – Dalam rangka menyambut Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-65 serta Hari Ulang Tahun Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) ke-38 tahun 2025, Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Bogor IPPAT menyelenggarakan seminar dengan tema “Implementasi Pemberian dan Perubahan Hak Atas Tanah Pasca Berlakunya Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No. 5 Tahun 2025”, yang berlangsung di Bigland Hotel, Sentul, pada Rabu (10/09/25).
Ketua Pengda IPPAT Kabupaten Bogor, Shinta Kusuma Sakti menyatakan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta menegaskan pentingnya seminar tersebut bagi para anggota IPPAT.
Menurutnya, seminar ini sangat relevan dan krusial bagi profesi jajarannya sebagai PPAT. Karena, peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No. 5 Tahun 2025 membawa banyak perubahan signifikan yang harus di pahami dan adaptasi.
“Sebagai PPAT, kita adalah garda terdepan dalam pelayanan pertanahan. Kita memiliki tanggung jawab besar memastikan setiap akta yang kita buat sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Shinta dalam sambutanya, dilokasi kemarin.
Ia menekankan, bahwa momentum HANTARU dan HUT IPPAT menjadi pengingat pentingnya peran PPAT dalam menjaga profesionalitas dan integritas.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota IPPAT dapat semakin meningkatkan pemahaman hukum pertanahan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” beber dia.
Sementara itu, Wakil Ketua II Pengurus Wilayah Jawa Barat IPPAT, Muslina Dewi
menyampaikan, apresiasi dan menegaskan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga wadah silaturahmi serta penguatan kapasitas profesional para PPAT.
“Sebagai PPAT, kita memiliki peran strategis dalam menjaga kepastian hukum di bidang pertanahan. Dunia pertanahan terus berkembang, regulasi terus diperbarui, dan tantangan profesionalitas kita semakin kompleks. Seminar ini sangat relevan untuk memastikan kita dapat menjadi PPAT yang berpengetahuan dan berintegritas,” ungkap Muslina.
Ia juga menambahkan, pentingnya kolaborasi antara sesama anggota IPPAT, organisasi dengan instansi terkait, serta keterlibatan masyarakat.
“IPPAT harus hadir sebagai organisasi yang tangguh, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” terangnya.
Lebih lanjut Muslina Dewi mengungkapkan, rasa terima kasih kepada panitia, para pemateri, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kinerja PPAT di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor,” tutup Muslina Dewi.